Menunggu terlalu lama

 Satu hal yang dari dulu membuatku sebal adalah terlalu lama menunggu. Sejak kecil, nenek mengajarkan ku agar aku tumbuh menjadi anak yang disiplin terutama terhadap waktu.Ingat sekali pada waktu mungkin saat itu usiaku kurang dari 10 tahun,nenek memberikan pesan pada aku yang kerap berangkat sekolah kesiangan karena kami bangun terlalu siang


"Sekarang kamu belum mengerti apa pentingnya bangun pagi, berangkat sekolah nggak terlambat, makan harus di meja makan. Tapi kalau kamu sudah besar (dewasa), kalian baru sadar kalau disiplin itu penting!"


Jengjreeng, kata-kata itu ngena banget bahkan masih aku ingat sampai detik ini. Aku pun sedikit demi sedikit belajar untuk menjadi seorang yang disiplin terutama terhadap waktu.


Setelah dewasa, aku jadi tidak suka bila disuruh menunggu terlalu lama. Janjian jam sekian, datangnya entah terlambat berapa lama. Aahh, mengesalkan sekali. Meskipun orang Indonesia terbiasa menyebutnya dengan jam karet. Ya sekaret-karetnya jangan melar terlalu jauh juga kali.Menunggu membuatku tidak tenang, membuatku gusar dan merasa tidak mendapat kepastian. "Iya, aku otewe. Tungguin sepuluh menit lagi," lalu orang yang janjian denganku datang setengah jam kemudian


Yaa selama 20 menit sejak 10 menit berlalu aku terus bertanya "apa yang terjadi dijalan sampai membuatnya terlambat (lagi)? Apa dia baik-baik saja? Ban motonya kempes kah? Ditilang kah?" Banyak pertanyaan yang membuat hati dan pikiranku tidak tenang.




Komentar